Pages

6 Oktober 2013

Konsep Filosofis Hakikat Pendidkan Islam



KONSEP FILOSOFIS HAKIKAT PENDIDIKAN ISLAM

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Filsafat Pendidikan Islam yang diampu oleh Bapak Faisal Kamal, M.Pd.I








Disusun oleh:
1.      Nanik Sulistyaningsih
2.      Ayu Maslahah
3.      Ahmad Luthfi Ali
4.      Thohirin


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS SAINS AL QUR’AN (UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Menurut keyakinan kita, sejarah pembentukan masyarakat dimuai dari keluarga Adam dan Hawa sebagai unit terkecil dari masyarakat besar umat manusia dimuka bumi ini. Dalam keluarga Adam itulah telah dimulai proses kependidikan umat manusia, meskipun dalam ruang lingkup terbatas sesuai dengan kebutuan untuk mempertahankan hidupnya. Maka dari itu sejarah pertumbuhan masyarakat, pendidikan senantiasa menjadi perhatian utama dalam rangka memajukan kehidupan generasi demi generasi sejalan dengan tuntutan kemajuan masyarakatnya.
Dasar minimal dari usaha mempertahankan hidup manusia terletak pada orientasi manusia kearah tiga hubungan yaitu :
1.      Hubungan manusia dengan Tuhannya
2.      Hubungan manusia dengan manusia
3.      Hubungan manusia dengan alam sekitar
Dari prinsp hubunga inilah, kemudian manusia mengembangkan proses pertumbuhan kebudayaannya. Proses inilah yang mendorong manusia kearah kemajuan hidup sejalan dengan tuntutan yang semakin meningkat.    

  1. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian pendidikan Islam ?
2.      Bagaimana teorisasi pendidikan Islam ?
3.      Apa tujuan pendidikan Islam ?


BAB II
PEMBAHASAN
  1. Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar yang harus terus menerus untuk mewujudkan manusia yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan anggun sikap moralnya adalah harapan kita bersama. Bahkan dalam bait lagu kebangsaan kita yang di karang WR.Supratman berbunyi “ bangunlah jiwanya - bangunlah badannya “. Ini menjadi spirit bagi pendidik untum membangun manusia yang sehat lahir dan batin.[1]
Bilamana pendidikan kita artikan sebagai latihan mental, moral dan fisik (jasmaniah) yang menghasilkan manusia berbudaya tinggi untuk melaksanakan tugas kewajiban dan tanggung jawab dalam masyarakat selaku hamba Allah, maka pendidikan berarti menumbuhkan personalitas (kepribadian) serta menanamkan rasa tanggung jawab.
Banyak orang yang menyamakan istilah pendidikan Islam dan pendidikan agama Islam. Pendidikan Islam adalah segala usaha untuk memelihara dan mengembangkan fitrah manusia serta sumberdaya insani yang ada padanya, menuju terbentuknya manusia seutuhnya(insane kamil). Sedangkan pendidikan ke-Islam-an atau pendidikan Agama Islam yakni upaya pendidikan agama islam atau ajaran Islamdan nilai-nilai, agar menjadi jiwa, motifasi bahkan dapat dikatakan way of life seseorang. [2]
Pengertian Pendidikan Islam dengan sendirinya adalah suatu system kependidikan yang mencangkup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah. Oleh karenannya islam mendominasi selurh aspek kehidupan manusia Muslim baik duniawi maupum ukhrawi.[3] 
Mengingatnya luasnya jangkauan yang harus digarap oleh Pendidikan Islam, maka Pendidikan Islam tidak menganut sistem tertutup melainkan terbuka terhadap tuntutan kesejahteraan umat manusia, baik tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi  maupun tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup rohani. Kebutuhan itu semakin meluas sejalan dengan meluasnya tuntutan hidup manusia itu sendiri.
  1. Teorisasi Pendidikan Islam 
 Dalam  masyarakat yang dinamis, pendidikan memegang peranan yang menentukan eksitensis dalam perkembangan masyarakat tersebut, karena pendidikan merupakan usaha melestarikan, dan mengalihkan serta mentraspormasikan nilai-nilai kebudayaan dalam segala aspeknya dan jenisnya sebagai generasi penerus. Dalam hal ini tumbuhlah alat pembudayaan masyarakat manusia itu sendiri untuk mengarahkan perkembangan  dan pertumbuhan hidup manusia baik di dunia maupun di akhirat. Semua ini tergantung pada  para pendidik yang memegang alat pembudayaan, dengan kata lain para pendidik memegang posisi kunci yang banyak menentukan keberhasilan proses pendidikan, sehingga mereka di tuntut persyaratan tertentu, baik teoritas maupun praktis dalam pelaksanaan tugasnya. Sedangkan faktor yang bersifat internal seperti bakat dan faktor eksternal seperti lingkungan dalam segala dimensinya menjadi sasaran pokok dari proses ikhtiariyah para pendidik. Pentingnya mempelajari teoritis dalam ilmu pendidikan islam adalah:
a)      Pendidikan sebagai usaha membentuk pribadi manusia harus melalui proses panjang, dengan resulat atau hasil yang tidak dapat di ketahui dengan segera, berbeda dengan membentuk benda mati yang dapat dilakukan sesuai dengan keinginan pembuatnya. Tapi semua itu harus diperlukan suatu perhitungan yang matang dan hati-hati berdasarkan pandangan dan pikiran-pikiran atau teori yang tepat, sehingga kegagalan atau kesalahan-kesalahan  langkah pembentukan terhadap anak didik dapat dihindarkan.[4]
b)      Pendidikan Islam pada khususnya yang bersumberkan nilai-nilai agama islam disamping menanamkan atau membentuk sikap hidup yang dijiwai nilai-nilai tersebut, juga mengembangkan kemampuan berilmu pengetahuan yang mengembakan hidup anak didik ke arah kedewasaan atau kematengan yang menguntungkan dirinya. Oleh karna itu usaha ikhtiariah tersebut tidak dapat di lakukan secara coba-coba atas dasar keinginan atau kemauan pendidik tanpa dilandasi dengan teori-teori kependidikan yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah paedagogis.
c)      Islam sbagai agama wahyu yang diturunkan oleh Allah dengan tujuan mensejahterakan dan membahagiakan hidup baik dunia maupun akhirat, hal ini baru bisa dinamakan fungsional dan aktual bilamana dikembangkan melalui proses kependidikan yang sistematis. Oleh karna itu pendidikan Islam yang disusun secara sistematis merupakan kompas bagi proses tersebut.[5] 
  1. Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan pendidikan Islam secara keseluruhan, yaitu kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi insane kamil dengan pola takwa, Insan kamil artinya manusia utuh rohani dan jasmani, dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal karena takwanya kepada Allah SWT. Ini mengandung arti bahwa pendidikan Islam itu diharapkan menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakat serta senang dan gemar mengamalkan dan mengembangkan ajaran Islam dalam berhubungan dengan Allah dan dengan sesamanya, dapat mengambil manfaat yang semakin meningkatkan dari alam semesta ini untuk kepentingan hidup di dunia kini dan akhirat nanti. Tujuan terlalu ideal sehingga sukar dicapai. Tetapi dengan kerja keras yang dilakukan secara berencana dengan kerangka-kerangka kerja yang konsepsional mendasar, pencapaian tujuan itu bukanlah sesuatu yang mustahil.[6]
Ada beberapa tujuan pendidikan yang perlu kita ketahui yaitu:
1.      Tujuan Umum
      Tujuan umum ialah tujuan yang akan di capai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran ataun dengan cara lain. Tujuan itu meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap, tingkah laku, penampilan, kebiasaan, dan pandangan. Tujuan umum ini berbeda pada setiap tingkat umur, kecerdasan, sitasi dan kondisi, dengan kerangka yang sama.
      Cara atau alat yang efektif dan efisien untuk mencapi tujuan pendidikan ialah pengajaran. Karena itu pengajaran sring di identikkan dengan pendidikan, meskipun kalau istilah ini sebenarnya tidak sama.

2.      Tujuan Akhir
Pendidikan Islam itu berlangsung selama hidup, maka tujuan akhirnya terdapat pada  waktu hidup di dunia ini telah berakhir pula. Tujuan umum yang berbentuk insane kamil dengan pola taqwa dengan mengalami perubahan naik turun, bertambah dan berkurang dalam perjalan hidup seseorang. Perasaan, lingkungan dan pengalaman dapat mempengaruinya. Karena itulah pendidikan Islam mengembangkan, memelihara dan memepertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai. Orang yang sudah taqwa dalam bentuk insane kamil masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan, sekurang-kurangnya pemeliharaan supaya tidak luntur dan berkembang, meskipun pendidikan oleh diri sendiri dan bukan dalam pendidikan formal.
Tujuan akhir pendidikan Islam itu dapat dipahami ketika mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah sebagai muslim yang merupakan ujung dari taqwa sebagai ahir dari proses hidup jelas berisikan kegiatan pendidikan. Inilah akhir dari proses pendidikan itu yang dapat dianggap sebagai tujuan akhirnya. Insane kamil yang arti dan akan menghadap Tuhannya merupakan tujuan akhir dari proses pendidikan islam.[7]
3.      Tujuan Sementara
Tujuan sementara ialah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan. Pada tujuan sementara bentuk insane kamil dengan pola takwa sudah kelihatan meskipun dalam ukuran sederhana, sekurang-kurangnya beberapa ciri pokok sudah kelihatan pada pribadi anak didik. Tujuan pendidikan Islam seolah-olah merupakan suatu lingkaran yang pada ,tingkat paling rendah mungkin merupakan suatu lingkaran kecil. Semakin tinggi tingkatan pendidikannya lingkaran tersebut semakin besar. Tetapi sejak dari tujuan pendidikan tingkat permulaan,bentuk lingkarannya sudah harus kelihatan. Bentuk lingkaran inilah yang menggambarkan insane kamil itu. Di sinilah barangkali yang perbedaan yang mendasar bentuk tujuan pendidikan Islam dibanding pendidikan yang lainnya.[8]     
   

BAB III
PENUTUP
·         Kesimpulan
1.      Pendidikan adalah usaha sadar yang harus terus menerus untuk mewujudkan manusia yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan anggun sikap moralnya.
2.      Para pendidik memegang posisi kunci yang banyak menentukan keberhasilan proses pendidikan, sehingga mereka di tuntut persyaratan tertentu, baik teoritas maupun praktis dalam pelaksanaan tugasnya. Sedangkan faktor yang bersifat internal seperti bakat dan faktor eksternal seperti lingkungan dalam segala dimensinya menjadi sasaran pokok dari proses ikhtiariyah para pendidik.
3.      Beberapa tujuan pendidikan yang perlu kita ketahui yaitu:
a)      Tujuan umum ialah tujuan yang akan di capai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran ataun dengan cara lain.
b)      Tujuan akhir. Pendidikan Islam itu berlangsung selama hidup, maka tujuan akhirnya terdapat pada  waktu hidup di dunia ini telah berakhir pula.
c)      Tujuan sementara ialah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan.
·         Daftar Pustaka
Uhbiyati, Nur, Dra., Hj., Filsafat Pendidikan Islam, Pustaka Setia, Bandung, 1999.
Fathudin, Syukri, Din Al Islam, UNY Pres, Yogyakarta, 2008




[1] Syukri Fathuddin, Din Al-Islam (Jogjakarta : UNY Press, 2008), hal. 128.
[2] Ibid 130
[3] Dra. Hj. Nur Uhbiyati, Ilmu pendidikan Islam (Bandung : Pustaka Setia, 1999), hal. 13.
[4]  Ibid hal 14-15.
[5]  Ibid hal.16
[6] Ibid hal.41
[7] Ibid hal.42
[8] Ibid hal.43

Tidak ada komentar:

Posting Komentar